“Tapi faktanya beliau menganulir itu semua. Ini bukan kali pertama kita sama-sama tahu presiden berkali-kali melakukan tidak sesuainya kata dan perbuatan bahkan menganulir pernyataan sebelumnya. Akibat dari perilaku presiden seperti ini, kami khawatir, kami menangkap adanya indikasi ketidaksesuaian psikis presiden karena kerap kali diduga kedapatan melakukan kebohongan di depan masyarakat,” kata Satyo pada awak media usai audiensi dengan Pimpinan DPD RI di Jakarta Pusat, Rabu (31/1) siang tadi.
PTI sendiri, katanya, mendatangi DPD RI yang menyatakan sebagai lembaga legislasi nasional memiliki kewenangan menyerap aspirasi masyarakat.

Ditambah PTI yang dimotori Faizal Assegaf dkk mengapresiasi salah satu lembaga yang hari ini tidak menutup pintu buat PTI dalam menyampaikan aspirasi terhadap potensi kecurangan pemilu dan disambut baik Pimpinan BAP-DPD RI.
“Dan kami meminta, baik secara pribadi sebagai senator maupun kelembagaan mengirimkan surat terbuka kepada presiden, mempertanyakan tentang kesehatan beliau terkait cawe-cawe dan kegilaan politik dinasti yang mungkin akan terjadi,” ujar Satyo.
