“Kita harus optimis ada peluang dengan surat terbuka ini akan menjadi warning buat kita semua, ada potensi bahaya bahkan tidak main-main, jika ada kajian, survei jika pemilu dilaksanakan curang,” tambahnya.
Ketika hampir semua lembaga negara, pejabat publik ikut kampanye dan memihak, potensi disintegrasi bangsa itu bukan tidak mungkin akan terjadi. Akibat perilaku seperti ini karena lembaga kepresidenan, lembaga negara sudah hilang kewibawaannya, masyarakat mengalami distrust kepada lembaga negara.
“Sehingga potensi disintegrasi itu mungkin saja akan terjadi,” tandasnya.
Seperti diketahui sama-sama hari ini banyak lembaga negara menjadi cabang kekuasaan eksekutif tidak bisa diharapkan, diduga tidak melaksanakan fungsinya dengan benar.
Nah, DPR RI tidak merespon ketika PTI berkirim surat. Tetapi direspon oleh Pimpinan BAP-DPD RI, maka pihaknya datang kesini dan bagi PTI sendiri hal itu seperti oase di tengah kegelapan.
“DPD RI seperti lentera yang bisa menerima kami. Dan kami berharap DPD RI bisa memberikan surat terbuka kepada presiden,” ucap Satyo.
