“Kita akan bersurat ke presiden sendiri supaya membuka secara transparan rekam medisnya. Jika memang ada masalah dengan kesehatan itu harus dikasih, jika tidak ada masalah, kenapa begitu banyak inkonsistensi dalam pernyataannya sebagai presiden, kita tahunya presidennya cuma (satu-red) itu tapi pernyataannya sangat antagonis antara satu pernyataan dengan pernyataan lain dalam waktu tidak lama,” tuturnya.
Ditambahkannya, paling lama minggu depan paling telat secara pribadi (surat dilayangkan-red). Sedangkan untuk yang lain tentu akan dia sampaikan apa yang menjadi pembicaraan disini kepada Pimpinan DPD RI.
“Saya akan teruskan beberapa catatan tadi kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah RI untuk selanjutnya bagaimana lembaga ini menyikapi aspirasi yang berkembang tadi”.
“Jangan sampai kemudian orang sungguh-sungguh akan menilai karena tidak direspon, wah jangan-jangan (benar-red), jadi harus direspon presiden,” tutup Tamsil. (Joesvicar Iqbal/msb)
