IPOL.ID – Di masa depan, konsep bekerja tidak sama lagi dengan konsep konvensional seperti saat ini. Luring, kecepatan, memiliki keterampilan dan kreatif menjadi hal mendasar yang berbeda. Untuk itu perguruan tinggi (PT) berbasis industri kreatif dan sekolah yang mampu cepat menyerap tenaga kerja, menjadi sebuah keniscayaan dan kebutuhan.
“Saya sih usul, kalau bisa semua universitas itu tutup aja, ganti dengan model seperti ini (Polimedia-red),” ujar Direktur Musik, Film, dan Animasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Mohammad Amin di Jakarta Rabu (21/2/2024). Hal itu ia sampaikan di sela menjadi pembicara dalam acara Open House Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta.
Menurutnya pendidikan berbasis industri kreatif adalah jawaban bonus demografi ke depan. Bagaimana teknologi dan digitalisasi itu akan mengubah konsep bekerja. Dituntut kualitas manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambah Amin.
Dalam paparannya, Amin menjelaskan bahwa konsep industri kreatif adalah jawaban Indonesia dalam menghadapi bonus demografi pada 2045. Karena itulah terdapat 17 subsektor industri yang merupakan perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia. Ada pun pembelajaran dan kurikulum di Polimedia menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan sumber daya manusia di industri kreatif.
