Penurunan jumlah pengungsi mulai terlihat seperti di SDN Undaan Kidul dan Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar serta beberapa warga mengungsi di rumah warga di Mlaten, Kecamatan Mijen. Saat ini, beberapa warga di dua lokasi pengungsian itu sudah kembali ke rumah masing-masing.
Sebelumnya, genangan air mencapai 250 cm di jalan lintas Semarang-Kudus sudah surut. Jalur yang menjadi akses mobilitas utama wilayah pantura itu sudah bisa dilewati kendaraan kecil dengan kecepatan terbatas. Untuk kendaraan jenis truk tronton masih dilarang melintas. Sebab, di sepanjang jalur itu masih terdapat tenda pengungsi mandiri warga.
Sementara, dapur umum terbagi di 21 titik terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi para pengungsi yang masih bertahan juga korban banjir yang sudah kembali pulang ke rumah. Selain itu, dapur umum pun menyuplai kebutuhan makanan bagi tim penanggulangan bencana termasuk para relawan bertugas di lapangan.
Selain peran pemerintah dan unsur forkopimda, percepatan penanganan banjir Demak juga dibantu oleh peran para relawan. Hingga Sabtu-Minggu (17-18/2/2024) tercatat lebih dari 600 relawan turut terjun ke wilayah terdampak banjir Demak.
