Terkait tema diskusi, Joan Prayuda mengingatkan peserta untuk tidak sharing data pribadi sembarangan. Juga, merawat positif jejak digital, serta melawan perundungan siber (cyberbullying) dan ujaran kebencian dengan menjaga tutur sapa di internet selalu sopan, santun, dan berakhlak.
”Sinergikan itu semua dalam interaksi internet sehari-hari, insyaallah akan jadi modal yang ampuh,” kata Joan, dalam diskusi yang dipandu Rudi Candra.
Dari perspektif etika digital, presenter televisi M. Habibi mengatakan, selain mesti cakap dan tangguh di ruang digital, warganet juga mesti kritis dan makin bijak saat menerima segala bentuk informasi di beragam aplikasi media sosial yang diakses.
”Ciri warganet yang cerdas dan bijak adalah mampu membuat konten kreatif dan positif. Juga, bisa mengedepankan akhlak mulia dan selektif dalam menerima informasi,” ujar Habibi, yang juga bertugas di Bagian Protokol dan Komunikasi Pemkab Tanjab Barat.
Terkait itu, sambung Habibi, libatkan guru, teman, dan orangtua agar tidak sembrono menyebar-teruskan hoaks atau berita viral, terlebih di grup WA. ”Selalu verifikasi dulu. Pastikan berita dan video yang diterima akurat. Cek dan ricek sebelum sharing mesti menjadi budaya kita di ruang digital,” tambah Habibi.
