Adanya kerja sama ini, BNN akan memberikan pengaruh, seperti halnya pada Yayasan Rumah Film Indonesia yang memiliki banyak rekan artis. Bisa menjadi influencer positif, dalam arti bahwa untuk menjadi artis tidak perlu memakai narkoba.
“Ini harapan kita dan BNN memberikan masukan dalam berbagai kegiatan pada industri perfilman Indonesia, seperti mengadakan seminar dan kegiatan yang membangun lainnya,” tukasnya.
Tujuannya adalah menjadikan bangsa yang sehat, film menjadi semangat hidup, semangat menjadi bangsa yang unggul di tahun mendatang.
Sementara, Direktur Yayasan Rumah Film Indonesia, Hevizon Yulis menambahkan, dalam mengurus film, artis, hingga kru itu tidak mudah. Pekerja di dunia perfilman itu bekerja selama 24 jam, dengan syuting tidak bisa diprediksi.
Jika ada artis tersangkut prostitusi, narkoba maka dirinya selalu dihubungi oleh petugas berwenang maupun BNN RI. Hari ini (kemarin) secara resmi pihaknya telah kerja sama dengan BNN RI. Banyak hal bisa dilakukan ke depannya.
“Banyak cara menggaungkan jauhi narkoba dan hindari narkoba melalui karya film dan tulisan agar kita peduli dan bersih narkoba. Seperti Kepala BNN RI, Komjen Marthinus Hukom yang mengatakan, bahaya narkoba sudah sampai halaman rumah, jangan sampai keluarga menjadi korban,” kata Hevizon.

