Sementara itu, Prof Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute (NBRI), menyatakan bahwa partisipasi Ceria di IBS 2024 dapat menjadi teladan bagi pelaku industri lainnya. Dia juga mendukung Ceria untuk menjadi pemain kunci dalam hilirisasi mineral di Indonesia.
“Saya pikir kita harus mendorong Ceria untuk menjadi perusahaan besar di industri nikel yang benar-benar mampu menghasilkan produk akhir. Ceria sedang membangun industri yang dimulai dari RKEF untuk feronikel dan memiliki roadmap hingga ke industri baterai,” tuturnya.
Adapun tema dari International Battery Summit 2024 kali ini adalah “The Future Battery Technology from Upstream to Downstream for Accelerating Clean Energy Transition”.
IBS 2024 menghadirkan lebih dari 50 pembicara terkemuka dan dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari 20 negara. Konferensi ini membahas kondisi terkini industri baterai dan kendaraan listrik global yang melibatkan perumus kebijakan, badan regulasi kementerian, lembaga standardisasi, pelaku industri, dan lain-lain. (ahmad)
