“Maka dibutuhkan kolaborasi multi-pihak baik dari Pemerintah, DPR, lembaga penegak hukum, pelaku dunia pendidikan, dan masyarakat itu sendiri untuk berkomitmen menciptakan dunia digital yang sehat dan ramah untuk anak,” ucapnya.
Di sisi lain, dia menuturkan bahwa dampak baik dari kemajuan teknologi bagi karakter anak yang masuk dalam generasi digital saat ini, di antaranya adalah aktif dalam mengekspresikan diri, memiliki wawasan yang luas, menyukai kebebasan, ingin memiliki kontrol, hingga memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang baru.
“Itu adalah hal positif yang dapat dikembangkan untuk menjadikan anak Indonesia semakin kreatif dan unggul,” katanya.
Bahkan, lanjut dia, saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah banyak yang dilakukan secara daring sehingga para siswa dapat mengakses informasi secara mudah, seperti di era pandemi pada 2020 lalu.
Meski demikian, dia kembali mengingatkan teknologi tanpa pengawasan dapat berdampak buruk terhadap perkembangan anak.
“Karakteristik generasi anak digital itu sangat berbeda. Mereka lebih adaptif dan suka kebebasan, sehingga perlu adanya pengawasan dari orangtua, namun tetap memberikan ruang mereka untuk mengeksplorasi diri, memanfaatkan teknologi tapi tetap dengan batasan-batasan wajar,” ujarnya.
