“Diskusi yang dilakukan ini sangat membantu saya dan tenaga kesehatan lain dalam menapis klaim IVA sebelum kami serahkan ke BPJS Kesehatan. Sehingga untuk tes-tes selanjutnya tidak ada kendala dan kami dapat fokus untuk melakukan tes kepada
peserta. Sehingga kami dapat menentukan langkah untuk mengedukasi peserta sesuai dengan hasil tesnya. Kami berharap semoga kedepannya akan lebih sering mengadakan kegiatan seperti ini agar dapat menyamakan persepsi dan tidak ada feedback terkait klaim yang diajukan,” jelas Herman.
“Mulai dari preventif hingga kuratif saya, sebagai provider layanan kesehatan bagi peserta JKN selalu diingatkan untuk memperhatikan para peserta tanpa membedakan. Tidak hanya skrining IVA saja, BPJS Kesehatan juga membantu para penderita penyakit kronis dengan pemeriksaan laboratorium yang terbilang cukup mahal. Penyakit kronis hipertensi dan diabetes paling banyak ditemukan di masyarakat, sangatlah tepat langkah-langkah BPJS Kesehatan terhadap kedua penyakit tersebut,” ungkap Herman

