“Infrastruktur di Indonesia Timur masih belum memadai jika dibandingkan dengan kawasan Indonesia Barat, terutama terkait transportasi dan logistik. Selain itu, biaya operasional tinggi, termasuk transportasi dan distribusi, akan berdampak pada kenaikan harga barang di pasar,” ungkapnya.
Kenaikan harga tersebut akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, pada akhirnya dapat menghambat program Belanja di Indonesia Aja (BINA), sebuah inisiatif bersama antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan HIPPINDO. Program yang saat ini tengah diupayakan pemerintah dan sektor swasta, bertujuan untuk mendorong belanja di dalam negeri.
“Jika harga barang terus meningkat akibat tingginya biaya logistik, daya beli masyarakat akan menurun, dan target belanja di dalam negeri melalui program BINA tak akan tercapai,” ujar Budihardjo.
HIPPINDO juga menekankan bahwa solusi lebih efektif untuk menangani impor ilegal adalah memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di seluruh pelabuhan Indonesia, serta meningkatkan kolaborasi dengan pihak terkait untuk menertibkan pelaku impor ilegal.

