Masyarakat dan perangkat desa setempat telah dibiasakan untuk latihan simulasi selama satu sampai tiga bulan sekali serta dilengkapi dengan fasilitas sistem peringatan dini yang telah disepakati bersama meliputi toa masjid, lonceng gereja, maupun teriakan masyarakat untuk saling membantu evakuasi.
Menurut Nobel, kesiapsiagaan menghadapi potensi megathrust ini menjadi pengingat kembali bagi masyarakat Pulau Sipora untuk tetap waspada dan tidak lengah karena bencana merupakan peristiwa yang berulang.
“Latihan simulasi dilakukan masyarakat diharapkan menjadi kebiasaan dasar masyarakat pesisir dalam menyikapi potensi bencana,” katanya.
Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Gubernur Sumatra Barat, Audy Joinaldy, Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Suharyono, Danrem 032/WB, Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Pj. Bupati Kepulauan Mentawai, Fernando Jongguran Simanjuntak, Ketua DPRD Kepulauan Mentawai, Ibrani Sababalat, Dandim 0319/Mentawai, Letnan Kolonel Infantri Restu Petrus Simbolon.
Kemudian Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Rori Ratno, Opsla, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kep. Mentawai Lahmuddin Siregar, Kepala Kantor SAR Mentawai dan unsur Forkopimda Kep. Mentawai. (Joesvicar Iqbal)
