Direktur Eksekutif Indonesia Digital Services Dialogue Council Devi Ariyani dalam seminar kali ini menyampaikan peluang dan tantangan industri jasa kreatif digital Indonesia di pasar global. “Ekspor ekonomi kreatif Indonesia dapat menerapkan perdagangan lintas batas dan konsumsi produk dan jasa di luar negeri (overseas consumption),” kata Devi.
Untuk meningkatkan daya saing layanan kreatif digital Indonesia, langkah yang dapat dilakukan adalah memperbanyak pendidikan dan pelatihan, akses pembiayaan, akses teknologi digital, akses pasar, dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual.
Sedang Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi, dan Radio Kementerian Komunikasi dan Informatika Iman Santosa mengatakan, masih banyak potensi ekonomi kreatif Indonesia yang dapat dikembangkan. Potensi kontribusi ekonomi kreatif di Indonesia dapat mencapai 20 persen terhadap ekonomi kreatif global. Untuk mencapai potensi tersebut, digitalisasi ekonomi kreatif menjadi hal penting. (*)
