Sedangkan peringkat Indonesia di dunia sebagai negara bersih dari korupsi mengalami turun peringkat. Dari peringkat 110 pada Tahun 2022 menjadi peringkat 115 di 2023.
Sehingga Kabinet Merah Putih harus merujuk kesana. Sehingga visi-visi besar dicanangkan Pak Prabowo, baik misalnya hilirisasi berujung pada swasembada energi ujung-ujungnya untuk kesejahteraan, untuk lapangan pekerjaan maupun pemenuhan kebutuhan pokok.
Kemudian swasembada pangan, menjadi pangan dunia energi akan tercapai ketika korupsi sudah diberantas atau komitmen memberantas korupsi. Termasuk demokrasi saat maju maka akan meningkatkan investasi untuk membuat pembangunan lebih maju lagi.
Lalu bagaimana dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, perlukah Gibran mengimbangi? Ardian menjelaskan, tentunya Mas Gibran perlu mengimbangi. Bagaimana pun Gibran Wakil Presiden RI, ketika Pak Prabowo berhalangan hadir, maka Mas Gibran ada sebagai Wakil Presiden.
“Namun dalam tantangan begitu kompleks di Indonesia, lebih ideal Mas Gibran tak hanya diposisikan sebagai cadangan saja tetapi dapat mengeksekusi hal-hal yang strategis. Misal makan siang gratis. Karena ini program populer dan disukai,” ungkapnya.
