Tinggi tapi terjadi penurunan
Sebelumnya, survei Indikator Politik menunjukkan kendati survei tingkat kepuasan Jokowi di akhir masa jabatan masih tinggi namun ada penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini sebagian dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap upaya meloloskan rancangan undang-undang yang dianggap menguntungkan putra bungsunya terkait perubahan aturan pemilihan kepala daerah, kata Burhanuddin Muhtadi, direktur eksekutif Indikator.
Namun, di balik kontroversi tersebut, mayoritas masyarakat Indonesia masih menghargai berbagai bantuan sosial yang diberikan selama sepuluh tahun kepemimpinannya, serta kemampuan pemerintah mengendalikan inflasi, kata Burhanuddin. “Itu pola umum. Pas approval (kepuasan) tinggi, rata-rata inflasi rendah,” ujar Burhanuddin dalam keterangan pers terkait survei tersebut.
Burhanuddin menambahkan bahwa terdapat faktor politik lain yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kepuasan, meskipun inflasi tetap terkendali.
Dalam kasus Jokowi, isu “Kawal Putusan MK (Mahkamah Konstitusi)”, yang terkait dengan perubahan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di mana banyak pihak menduga adanya upaya untuk meloloskan Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, sebagai calon wakil gubernur, turut memengaruhi persepsi publik.
