Amran juga mengkritik budaya birokrasi yang penuh drama dan kepura-puraan. Ia menegaskan bahwa pejabat publik harus memiliki keberanian untuk jujur dan berpihak pada kebenaran.
“Jangan dizalimi. Jangan kita berpura-pura berdrama, penuh drama. Itu nanti dipertanggungjawabkan semua,” ungkapnya.
Mentan menekankan bahwa Kementan tidak anti-kritik, selama kritik tersebut bersifat membangun dan didasarkan pada data yang sahih. Ia bahkan menyambut baik masukan untuk mendorong perbaikan dan kemajuan sektor pertanian.
Menurutnya, integritas di lingkungan Kementan adalah hal yang mutlak. Siapapun yang terbukti merugikan negara, baik pengamat, mitra kerja, maupun pegawai internal Kementan, akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Ini adalah musuh negara. Jangan karena dia pengamat lalu merasa tak bisa disentuh hukum. Tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk pengamat bahkan pegawai Kementan sendiri. Kami tidak akan membiarkan koruptor berkeliaran di Kementan, dalam bentuk dan simbol apapun,” kata dia. (far)
