Menanggapi hal tersebut, dirinya tidak memiliki informasi pasti terkait pembangunan eskalator tersebut. Menurutnya, kawasan Candi Borobudur sudah memiliki berbagai fasilitas yang mendukung aksesibilitas, seperti mobil buggy, yang dapat digunakan oleh para tamu negara.
“Apakah untuk kedatangan Presiden Prancis ini akan dibangun eskalator? Saya terus terang nggak bisa jawab, tapi setahu saya di sana sudah ada buggy dan lain sebagainya yang bisa dipakai agar Pak Presiden dan yang lain bisa sampai puncak dengan nyaman,” jelas Menteri PU.
Terkait legalitas dan etika pemasangan fasilitas seperti eskalator di situs warisan dunia, Menteri PU menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang. Dia menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan Candi Borobudur berada di bawah Kementerian Kebudayaan serta PT Taman Wisata Candi, anak usaha dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney).
“PU pada saat melakukan renovasi kawasan hanya fokus pada area sekitar. Objek utama Borobudur itu tidak masuk ranah kami karena dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan InJourney,” tegasnya.

