Sementara itu, panduan etika komunikasi digital menekankan pentingnya menyapa dengan sopan, memperkenalkan diri dengan jelas, menggunakan bahasa yang baik, serta menunjukkan sikap hormat dalam setiap pesan. Keseluruhan materi kampanye ini disampaikan secara ringkas, komunikatif, dan disebarluaskan dalam bentuk poster ke berbagai fakultas dan platform informasi mahasiswa.
Direktur Persiapan Bersama, Prof Fatimah Arofiati Noor menyampaikan bahwa kampanye ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya etika dalam membangun suasana akademik yang sehat dan saling menghargai.
“Kami melihat banyak mahasiswa ingin tumbuh dengan baik, dan kami hadir untuk mendampingi mereka dalam proses itu, termasuk melalui penguatan budaya sopan santun di kampus,” ujarnya.
Kampanye ini merupakan bagian dari semangat ITB Berdampak, yang tidak hanya diwujudkan dalam kontribusi riset dan inovasi, tetapi juga dalam pembentukan karakter mahasiswa sebagai generasi yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh tanggung jawab. (ahmad)
