“Dengan tinggal di hotel, mereka mendapatkan fasilitas lebih baik, termasuk kamar mandi pribadi. Akses ke Jamarat juga lebih dekat, sehingga tidak terlalu menguras tenaga,” tambah Nasaruddin.
Dari sisi logistik, panitia juga telah mengantisipasi kebutuhan konsumsi. Makanan disiapkan baik di tenda maupun di hotel agar semua jamaah tetap mendapatkan layanan secara merata, tanpa memandang lokasi tinggalnya selama puncak haji.
Dengan penerapan skema ini, sekitar 30.000 jamaah akan dialihkan dari tenda ke hotel, yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan beban akomodasi di Mina.
Lebih lanjut, Prof. Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilainya telah bekerja keras dan penuh dedikasi, sehingga berbagai kemudahan diberikan oleh otoritas Saudi kepada jamaah Indonesia. (ahmad)
