Tidak hanya Jepang dan China, BI juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan India, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Untuk India, pembahasan teknis masih berjalan antara Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan NPCI International India. Sementara di Korea Selatan, kajian kerja sama antara ASPI dan Korean Financial Telecommunication and Clearings Institute sedang berlangsung di tingkat industri.
Sementara di Arab Saudi, peluang integrasi QRIS terbuka lebar, terutama karena pemerintah setempat tengah mendorong digitalisasi pembayaran bagi jemaah haji dan umrah. BI berencana menggelar diskusi intensif bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam waktu dekat.
Namun, Filianingsih mengungkapkan bahwa perbedaan struktur kelembagaan sistem pembayaran di masing-masing negara menjadi tantangan tersendiri. Lantaran tidak semua negara menempatkan otoritas sistem pembayarannya di bawah bank sentral, seperti halnya Indonesia. Karena itu, BI harus lebih dahulu memahami sistem dan regulasi di negara mitra sebelum masuk ke tahap kerja sama industri dan uji coba sistem.(Vinolla)
