Seperti halnya, sambung Athiqah, memungkinkan menghasilkan keputusan yang sifatnya unilateral dan lebih pada pertimbangan personal. Risiko lainnya, menjadikan relasi diplomasi Indonesia lebih kompromistis dan akan muncul kebijakan yang tidak konsisten.
Menyikapi itu, Athiqah mengemukakan tiga strategi utama dalam navigasi geopolitik. Yaitu, meningkatkan kapasitas domestik, baik secara ekonomi, politik maupun militer, dan pertahanan keamanan.
“Lanskap geopolitik di Indo-Pasifik semakin kompleks. Pemainnya tidak hanya negara, tetapi juga non-negara. Dinamikanya juga akan memengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia, baik pergeseran orientasi, maupun keseimbangan hubungan. Kita perlu lebih hati-hati dan cerdik di dalam navigasi ini, dengan memperhatikan konsideran yang saya sebut tadi,” urainya menutup paparan. (ahmad)
