Kenapa ada perencanaan? Darmawan jelaskan, karena menurutnya hal ini seperti sudah tersusun sangat rapi dari sejak awal. Peristiwa ini sudah mencuat pada tahun 2019 dan terjadi terus menerus, tidak berhenti. Bahkan setelah Pak Joko Widodo sudah tidak menjadi Presiden RI ke-7 pun masih menjadi persoalan.
“Ini ada apa? Diduga ada tindak pidana kok dilakukan berulang-ulang, ini gamblang sekali, masyarakat Indonesia bisa melihat bahwa ini gamblang mereka melakukan berulang kali,” tegasnya.
Dikatakan oleh dia, kalau pun Mabes Polri mengeluarkan bahwa ini dibuktikan entah itu ijazah asli pun. Dari pihak yang membenci dari orang-orang yang telah dilaporkannya, dia yakin betul mereka tidak akan menerima apa yang disampaikan oleh negara.
“Nah, ini menjadi miris sekali, belum keluar sudah ada pernyataan-pernyataan. Ini membuktikan ada dugaan perbuatan pidana yang dilakukan secara berulang-ulang,” ujar Darmawan.
“Kami sudah serahkan bukti-bukti, kita lihat saja, ikuti proses, hormati penyelidikan polisi. Mungkin polisi akan segera memanggil saksi-saksi dari mereka,” tambahnya.
