“Sistem ini secara otomatis mengirimkan peringatan ke penanggung jawab lapangan melalui WhatsApp atau email, dan mencatat data untuk analisis lebih lanjut.”
Uji coba awal sistem ini telah dilaksanakan di dua lokasi yakni Rig PDSI#15.3 (Indramayu) dan Rig PDSI#04.3 (Luwuk), berlangsung dari Oktober 2024 hingga Januari 2025.
Uji coba tahap kedua akan menyusul mulai Mei hingga Agustus 2025 di Rig PDSI#31.3 (Indramayu) dan Rig PDSI#12.3 (Karawang).
Tak berhenti di sana, Pertamina Drilling juga merencanakan pengembangan lanjutan pada sistem ini agar mampu mengenali berbagai skenario tambahan, seperti personel tidak sadarkan diri, deteksi asap dan api, ledakan, penerapan buddy system, pelanggaran larangan merokok, hingga isyarat permintaan bantuan dengan gerakan khusus (customized gesture/SOS).
“Dengan penerapan AI-See-U, Pertamina Drilling berharap dapat menciptakan budaya kerja yang lebih aman dan mengurangi risiko kecelakaan kerja di lapangan secara signifikan,” pungkas Avep.
Melalui langkah inovatif ini, Pertamina Drilling menegaskan posisinya sebagai pionir dalam penerapan teknologi AI demi keselamatan dan keberlanjutan operasional di sektor energi Indonesia. (tim)

