Kemudian wilayah Maluku dan Papua, terutama Papua Barat dan Papua bagian pegunungan, diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat dengan potensi cuaca ekstrem bersifat lokal.
Sebaliknya, beberapa wilayah Indonesia bagian selatan seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB) diprakirakan cenderung cerah berawan hingga berawan, dengan suhu udara cukup tinggi dan kelembapan rendah, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di daerah-daerah tersebut, angin timuran kering mulai mendominasi dan menyebabkan penurunan peluang hujan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah-wilayah diprediksi mengalami hujan lebat.
Monitoring Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan saluran air, selokan, anak sungai hingga aliran irigasi diharapkan dapat dilakukan secara berkala. Kemudian untuk wilayah lereng gunung dan tebing juga harus mendapat perhatian khusus agar potensi gerakan tanah, tanah longsor dapat diminimalisir.

