“Pada tahun 2024 saja, nilai ekspor L-Tryptophan Indonesia tercatat sebesar 259 juta dolar AS atau setara Rp4,2 triliun. Pangsa pasar ke Tiongkok mencapai 61,7 persen dari total ekspor,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa ekspor produk ini tumbuh positif dengan rata-rata kenaikan 15,84 persen per tahun selama lima tahun terakhir. Negara tujuan ekspor antara lain Tiongkok, Vietnam, Belanda, Spanyol, dan Jerman.
“Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempermudah proses ekspor, termasuk jika bahan bakunya perlu diimpor,” tambahnya.
Direktur Administrasi PT CJI Imam Nachrowi menambahkan bahwa keberhasilan menembus pasar ekspor di 90 negara merupakan hasil dari komitmen perusahaan terhadap kualitas produk, kepatuhan terhadap regulasi internasional, dan daya saing global.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Perdagangan dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar dunia. “Kami percaya bahwa sinergi antara pelaku industri dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan ekspor berkelanjutan,” pungkas Imam.(*)
