“Dari rumah sudah bawa uang lebih. Memang sudah tidak kaget sih, tiap tahun sama. Cuman ya, pasti keberatan dong, apalagi itu bahan pokok ya,” katanya.
Dia mengaku, hanya membeli telur dengan kondisi normal, karena khawatir telur pecah tidak bisa bertahan lama. Menurutnya, telur dengan kondisi pecah kemungkinan besar dapat dengan mudah terkontaminasi.
“Kebanyakan yang beli telur pecah itu kayak pedagang telur gulung atau yang sejenisnya. Kalau mereka kan langsung habis, kalau untuk di stok, saya takut sih,” pungkasnya. (bam)
