Dari jumlah tersebut, delapan kejadian tercatat berdampak signifikan terhadap masyarakat, terdiri dari dua kejadian baru yaitu banjir rob di Kabupaten Indramayu dan banjir di Kabupaten Mesuji. Lalu enam kejadian merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya.
“Enam kejadian lainnya merupakan pengkinian dari kejadian sebelumnya. Di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, banjir berdampak pada 1.165 kepala keluarga atau sekitar 3.744 jiwa, dengan 1.327 unit rumah terdampak,” jelasnya.
Bencana ini berada dalam status Tanggap Darurat sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2025, dan kondisi saat ini menunjukkan banjir telah surut. Di wilayah yang sama, tanah longsor menelan korban jiwa sebanyak tiga orang dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Tim gabungan masih melanjutkan operasi pencarian meski mengalami kendala karena kondisi jenazah yang sulit dikenali. Dua alat berat telah dikerahkan ke lokasi, dan komunikasi di wilayah tersebut telah berjalan normal.
Kemudian di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, banjir menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu orang luka akibat tersengat listrik, serta berdampak pada 3.720 KK atau 14.152 jiwa.
