Sebanyak 1.506 KK atau 4.962 jiwa sempat mengungsi dan 4.418 rumah terdampak. Meski masih berstatus Tanggap Darurat hingga 7 Juli 2025, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Berikutnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, longsor berdampak pada 381 kepala keluarga atau 1.437 jiwa. Sebanyak 549 jiwa mengungsi dan 301 rumah mengalami kerusakan.
Kendati status Tanggap Darurat telah berakhir, pergerakan tanah masih berlangsung hingga saat ini, menyebabkan ruas jalan Toi-Nifuleo sepanjang 30 meter mengalami patahan dengan kedalaman 40 hingga 80 cm.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, berdampak pada 10.379 KK atau 31.494 jiwa, serta merendam sekitar 9.122 unit rumah. Wilayah ini masih dalam status Tanggap Darurat hingga 3 Juli 2025, namun sebagian besar area telah surut dan aktivitas masyarakat berangsur normal.
Dilaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dengan luas lahan terbakar mencapai lima hektar. Saat ini masih terdapat beberapa titik api belum sepenuhnya padam, dan upaya pemadaman terus dilakukan oleh satgas gabungan.
