Menyambung itu, Cuk mengaku terkesan dengan kecanggihan kapal perang Inggris yang tengah bersandar di Jakarta. Kunjungan ini menjadi salah satu momen penting dalam menjajaki peluang kolaborasi riset dan manufaktur pertahanan antara Indonesia dan Inggris.
Ia menyoroti tiga sistem utama yang menjadi perhatian khusus, yakni sistem persenjataan dan komando, sistem pelacak dan perlindungan terhadap musuh, serta sistem propulsi/penggerak.
Menurutnya, ketiga aspek ini bisa menjadi referensi strategis dalam pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional khususnya kapal perang.
“Sistem persenjataannya lengkap, Kapal ini dirancang untuk bertahan dan menyerang di segala arah baik udara, darat, permukaan, maupun bawah permukaan. Ini penting untuk menjadi pembelajaran dalam riset dan pengembangan alutsista di Indonesia,” jelasnya.
Cuk menilai kunjungan ini membuka potensi kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga litbang dan akademisi, hingga industri.
“Perusahaan alutsista Inggris juga sudah menjalin kerja sama dengan industri lokal kita, meski masih terbatas. Ini peluang bagus untuk mendorong alih teknologi komponen-komponen lainnya,” kata Cuk.
