“Teknologi serupa kami gunakan untuk pemindaian dasar laut dan riset oseanografi. Bedanya, kami gunakan untuk tujuan ilmiah, bukan pertahanan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Nugroho juga mengungkapkan bahwa BRIN saat ini tengah dalam proses pengadaan dua kapal riset baru yang akan memperkuat armada penelitian laut Indonesia. “Kami sedang mengembangkan kapal riset Penjelajah Samudera dan Penjelajah Pesisir. Keduanya dirancang multifungsi dan akan memperluas jangkauan riset kita dari laut dalam hingga wilayah pesisir,” paparnya.
Kapal Penjelajah Samudera akan memiliki panjang sekitar 70 meter dan difokuskan untuk eksplorasi laut dalam, sedangkan kapal Penjajah Pesisir akan ditujukan untuk riset di teluk, muara, hingga paparan benua. “Kedua kapal ini bisa digunakan untuk riset geosains kelautan, oseanografi, atmosfer, biodiversitas laut, hingga pendugaan stok ikan dan survei hidrografi,” tambahnya.
Pengadaan kapal ini menjadi bagian dari komitmen BRIN untuk memperkuat infrastruktur riset kelautan nasional yang adaptif terhadap kebutuhan ilmu pengetahuan masa kini. Pada kunjungan ini, terdapat beberapa gerai pameran di kapal. Nama besar di industri pertahanan seperti BAE System, Thales, dan berbagai industri di Britania Raya turut serta memamerkan produknya. (ahmad)
