Ia berharap BRIN bisa berperan lebih aktif dalam memfasilitasi pengembangan komponen dalam negeri, khususnya lewat kolaborasi riset dan manufaktur dengan mitra luar negeri. “Tujuannya agar semakin banyak komponen strategis yang bisa dibuat oleh industri dalam negeri. Itu akan memperkuat kemandirian kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto mengatakan bahwa teknologi sonar yang digunakan HMS Richmond ternyata tak jauh berbeda dengan teknologi yang digunakan dalam riset kelautan.
“Kami tadi berdiskusi dengan salah satu kru kapal, seorang oseanografer yang mengoperasikan peralatan sonar untuk mendeteksi kapal selam atau kapal lain. Teknologi seperti ini juga digunakan di kapal riset BRIN,” jelas Nugroho.
Menurutnya, teknologi sonar tersebut penting dalam riset ilmiah kelautan, mulai dari pemetaan dasar laut hingga penelitian kolom air dan kondisi oseanografi. Fungsi ini, meski berbeda tujuan dengan militer, menunjukkan adanya irisan pemanfaatan teknologi.
