Menurut Harli, tim teknis awalnya merekomendasikan penggunaan laptop berbasis sistem operasi Windows, karena hasil uji coba 1.000 unit Chromebook pada 2019 dinilai tidak efektif.
Namun, kajian tersebut kemudian diganti dengan kajian baru yang justru merekomendasikan Chromebook.
“Supaya diarahkan pada penggunaan laptop yang berbasis pada operating system (sistem operasi) Chrome,” katanya..
Pengadaan tersebut menelan anggaran sebesar Rp9,982 triliun. Rinciannya, Rp3,582 triliun bersumber dari Dana Satuan Pendidikan (DSP), dan Rp6,399 triliun berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). (far)

