Harapannya ini bisa menjamin keamanan, keamanan bagi para pedagang untuk tetap bisa berusaha dalam transaksi jual-beli di pasar pertama.
“Penataan itu sendiri alhamdulillah sudah dijalankan sejak Oktober 2024 lalu. Hari ini sudah mencapai progres 36 persen dan harapannya sampai akhir tahun 2025 ini berjalan sesuai target yang kita jadwalkan,” ungkap Agus.
Menurut dia, penataan dilakukan bukan hanya penataan pedagang eksistensi, tapi penataan lebih kepada penyediaan fasilitas terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini tetap dianggap oleh para pedagang eksistensi juga agar untuk bisa berjualan.
“Mereka (PKL) juga sudah kita akomodir, dan mereka sudah ditetapkan pada lokasi-lokasi yang sudah kita siapkan, tercatat sudah 300 PKL. Tak menutup kemungkinan, tadi saya bilang pedagang eksistensi ini akan nanti bisa naik level untuk membeli tempat usaha secara formula,” ujar Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengatakan, Pemkot siap mendukung penataan yang dilakukan Perumda Pasar Jaya di Pasar Induk Kramat Jati. Pihaknya juga sudah melihat pemaparan dan rencana untuk melakukan pembangunan penataan kios untuk para pendagang yang ada di sekitaran dalam pasar.
