“Sudah ada dua opsi relokasi yaitu terpusat atau mandiri. Masyarakat akan dilayani (relokasinya) sesuai keinginannya. BPBD akan melakukan pendataan warga,” tukas Suharyanto.
Terkait lahan, Suharyanto menjelaskan, lahan untuk relokasi terpusat saat ini sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Provinsi Jawa Barat dengan bersurat ke Perhutani.
Sedangkan untuk masyarakat yang memilih relokasi mandiri dapat menggunakan tanah miliknya pribadi. Pemerintah melalui Badan Geologi akan melakukan studi kelayakan lahan untuk pembangunan hunian baru lebih aman bencana.
“Kalau masyarakat ingin relokasi mandiri, tunjukkan tanahnya, jika asesmen Badan Geologi menyatakan lahannya aman, maka pemerintah akan segera bangunkan rumahnya. Mudah-mudahan proses ini bisa lebih cepat,” tambah Suharyanto.
Selain membangun permukiman baru bagi warga terdampak, Pemerintah bakal membangun infrastruktur guna menunjang aktivitas warga di lokasi relokasi. Pembangunan infrastruktur vital berupa akses jalan dan jembatan rencananya akan didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum ataupun BNPB.
