Jenis tanah seperti ini jika terpapar hujan intensitas tinggi sehingga menyebabkan akumulasi air tanah dapat menyebabkan peningkatan tekanan pori dan melemahkan daya ikat antar material vulkanik. Hal inilah yang menyebabkan tanah mudah retak dan ambles.
Keadaan ini dapat menjadi lebih parah dengan kemiringan lereng curam, sistem drainase kurang baik dan berubahnya pola aliraan air serta jenis vegetasi kurang mendukung kestabilan lereng.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG, Hadi Wijaya mengungkapkan, hasil kajian tim tanggap darurat PVMBG menemukan adanya perluasan wilayah berisiko tinggi fenomena pergerakan tanah di wilayah ini dari semula luasan 2 hektar (ha) menjadi 10 ha.
Dua area berisiko tinggi adalah area barat daya seluas 4 ha dan area timur laut seluas 6 ha. Tol Cipularang berada di sebelah barat lokasi bencana relatif aman dari ancaman gerakan tanah Kampung Cigintung.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta tengah menetapkan status Status Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah di Desa Pasirmunjul Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta Tahun 2025 Nomor 364/Kep.262-BPBD/2025 selama 14 (empat belas) hari TMT 16 Juni 2025 sampai dengan 1 Juli 2025. (Joesvicar Iqbal)
