Warga dilaporkan sempat mengalami kekurangan air bersih akibat tandon permanen tertimbun material sedimen yang terbawa saat banjir. Kaji cepat sementara mencatat, 6.165 jiwa terdampak tersebar di dua desa yakni Desa Sumberjati dan Desa Sumbersalak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan segera melakukan penanganan darurat, salah satunya melakukan kerja bakti pembangunan jembatan darurat dan perbaikan pipa air bersih sepanjang kurang lebih 2.300 meter.
Ketika perbaikan dilakukan, distribusi air bersih juga telah dipasok menggunakan truk tangki air.
Laporan ketiga, banjir terjadi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (1/7/2025). Wilayah terdampak berada di Desa Bandulu Kecamatan Anyer, peristiwa ini dilaporkan memaksa 3 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di Musala Madrasah Nurul Aulad.
Kaji cepat mencatat, 40 rumah dan 2 fasilitas ibadah terdampak banjir. Pantauan visual terkini hingga Selasa (1/7) banjir masih belum surut. Ketinggian air berkisar antara 2 hingga 40 sentimeter (cm).
