Kondisi cuaca ini berpotensi menimbulkan sejumlah bencana hidrometeorologi. Potensi banjir dan banjir bandang dapat terjadi di wilayah-wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat.
Selain itu, tanah longsor juga dapat terjadi di daerah dataran tinggi dan lereng curam, seperti pegunungan Papua, Sulawesi Tengah, serta perbukitan di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Angin kencang dapat berpotensi mengakibatkan pohon tumbang, khususnya di wilayah pesisir dan daerah dengan pepohonan rapuh. Di samping itu, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dan Laut Flores diperkirakan mengalami gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter, sehingga masyarakat dan nelayan diimbau agar tetap waspada terhadap risiko gelombang besar.
“BNPB imbau masyarakat dan pemerintah daerah tetap siapsiaga dan waspada. Potensi karhutla, pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan diimbau benar-benar pastikan aspek pencegahan berjalan optimal. Upayakan agar titik panas tak berkembang jadi titik api, kalau ada titik api tak boleh berkembang jadi kebakaran lahan dan hutan,” pesan Abdul Muhari. (Joesvicar Iqbal)
