Wing menceritakan bahwa saat Zulkifli dipercaya mengerjakan kajian, namun yang diserahkan adalah laporan ala kadarnya, penuh dengan materi “copy-paste”.
“Ketahuan oleh saya, saat itu hanya copy-paste,” kata Wing. Wing mengaku kemudian menegur Zulkifli karena laporan awalnya jauh dari standar.
Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan ada lima proyek kajian yang dikerjakan Zulkifli sepanjang 2023, dengan nilai puluhan juta rupiah. Mulai dari kajian kawasan wisata Tinjomoyo, inventarisasi industri pariwisata, hingga urusan tempat parkir di Kota Semarang.
Zulkifli Gayo, sang ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah, seolah menjadi bintang tamu dalam drama ini. Peran Zulkifli juga banyak dipertanyakan.
Menurut Wing, proyek-proyek itu diberikan bertahap. Kemudian di tahun 2024 Wing memilih untuk tidak lagi melibatkan ketiganya karena kualitas kerja mereka dianggap buruk.
Di hadapan Majelis hakim yang dipimpin Gatot Sarwadi, Wing mengaku mendapat tekanan. Mbak Ita terlihat keras saat mengevaluasi kinerja Disbudpar. Setiap kegiatan selalu disoroti, setiap langkah seolah diawasi dengan kaca pembesar.
