Sementara itu Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Parulian Tampubolon, yang hadir langsung menyerahkan santunan secara simbolis kepada istri almarhum, turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian Kurwan. Ia menyebut almarhum dikenal sebagai pedagang es kelapa yang ramah dan rajin.
“Kematian dan kecelakaan kerja adalah sesuatu yang tak terduga, kita tidak pernah tahu kapan waktunya,” kata Parulian.
Parulian mengapresiasi komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pelaku usaha mikro seperti Kurwan. Ia menyebutkan program BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata dari negara yang hadir untuk melindungi rakyat.
“Mudah-mudahan santunan ini digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung masa depan keluarga almarhum,” lanjut Parulian.
Ia juga mendorong para pelaku usaha di Loksem untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, iuran hanya Rp16.800 per bulan atau sekitar Rp800 per hari, angka yang sangat terjangkau.
