IPOL.ID – Salah satu tantangan yang dihadapi oleh seseorang ketika harus menempuh pendidikan jauh dari rumah dan keluarga adalah risiko sakit yang bisa menyerang tanpa aba-aba. Begitulah yang dialami oleh Farah Marwa (20), seorang gadis asal Bekasi yang kini sedang merantau di Surabaya dan menjalani studi di salah satu kampus ternama kota tersebut. Melalui kisahnya ia membagikan informasi tentang manfaat digitalisasi layanan kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Dulu waktu baru jadi mahasiswi rantauan yang tengah menjalani masa pengenalan kampus, saya sempat jatuh sakit akibat kelalahan, badan rasanya lemas disertai demam tinggi. Disitu saya langsung telepon mama dan disuruh unduh Aplikasi Mobile JKN lalu berobat fasilitas kesehatan terdekat, benar saja waktu pertama masuk aplikasinya banyak banget fitur bermanfaat yang baru saya tahu, terutama tentang cek lokasi fasilitas kesehatan yang bisa berobat dengan BPJS Kesehatan,” ucap Farah Selasa (22/07).
Lebih lanjut, Farah mengisahkan kala itu dirinya langsung menuju klinik terdekat dari tempat kosnya setelah mendapatkan informasi lengkap, lalu mendaftar pelayanan secara online menggunakan fitur pendaftaran pelayanan. Setibanya di klinik ia juga hanya cukup menunjukan identitas kepesertaannya menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) digital pada Aplikasi Mobile JKN dan dilayani secara baik oleh petugas maupun dokter.
