IPOL.ID – Ada fenomena menarik yang terjadi belakangan ini. Minat masyarakat pada sekolah swasta berbasis agama makin meningkat.
Sekolah-sekolah yang mengusung identitas keagamaan, baik madrasah, sekolah Kristen, maupun Katolik, kini menjadi pilihan utama banyak orang tua. Bahkan ketika sekolah negeri tersedia secara gratis.
Meskipun sekolah swasta lebih mahal, tetapi tetap dipilih karena hasilnya memuaskan dan sesuai harapan.
Mengapa hal ini terjadi?
Menurut Pormadi Simbolon, Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, salah satu alasan mendasar ialah keinginan orang tua agar anak-anak mereka tidak hanya cerdas secara intelektual. Namun juga tumbuh dengan karakter yang kuat, berakar pada nilai-nilai moral dan religius.
Dalam situasi sosial yang makin kompleks, banyak keluarga merasa pendidikan berbasis agama menawarkan perlindungan moral, pengetahuan agama mendalam, kedisiplinan, dan arah hidup yang jelas bagi anak-anak mereka.
“Sekolah berbasis agama umumnya tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menanamkan kedisiplinan, kebiasaan doa atau refleksi harian. Juga pembentukan etika sosial serta penghayatan nilai-nilai hidup. Hal-hal ini sering kali dirasakan minim di sekolah negeri yang lebih menekankan aspek akademik dan administratif,” paparnya.
