Pendidikan yang utuh—yang menyentuh aspek akal, hati, dan tindakan—merupakan kebutuhan semua manusia, bukan monopoli satu agama atau sistem tertentu. Sekolah negeri dapat belajar dari praktik baik sekolah berbasis agama, khususnya dalam hal pembiasaan nilai, relasi personal, dan penghayatan spiritualitas hidup.
Saatnya sistem pendidikan nasional memberi ruang lebih besar bagi pendekatan pedagogis yang membentuk manusia seutuhnya, yang mencintai sesama manusia, lingkungan hidup dan Tuhan penciptnya, bukan sekadar administratif dan lulusan berijazah. (ahmad)

