“Di Riau terdapat 43 kasus dan 51 tersangka pembakaran lahan sedang diproses. Semoga ini jadi berita buruk bagi mereka yang berniat melakukan pembakaran, sehingga ini jadi efek jera, tak hanya di Riau tapi juga di tempat lain,” kata Menhut, Raja Juli, Senin.
Raja Juli juga menyebutkan, partisipsi masyarakat secara aktif seperti dilakukan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni sangat berkontribusi dalam upaya pengendalian karhutla. Terakhir, operasi penanganan karhutla ini berdasarkan ilmu pengetahuan secara akurat melihat perubahan cuaca dengan indikator-indokatornya untuk digunakan sebagai dasar melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Meski demikian, Menhut Raja Juli mengajak semua pihak untuk tetap waspada hingga musim kemarau berlalu pada Oktober, dan fokus mencegah karhutla pada Agustus dan September.
“Sepuluh hari pertama Agustus waspada, curah hujan rendah, tingkat kekeringan dan potensi kebakaran tinggi. Agustus dan September saatnya semua pihak bekerja keras mencegah karhutla,” ungkap Menhut Raja Juli.
