Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebutkan bahwa wilayah Sumatera bagian selatan masih berada pada periode puncak musim kemarau hingga Agustus mendatang.
Dwikorita juga memperingatkan kepada para kepala daerah untuk mewaspadai potensi karhutla, hingga 10 hari pertama bulan Agustus. Pada periode tersebut potensi karhutla meningkat tajam karena curah hujan rendah dan secara alamiah lahan akan sangat mudah terbakar.
“Diimbau perketat patroli darat dan udara serta penyiraman air dari udara melalui OMC jika diperlukan,” ujar Kepala BMKG Dwikorita.
Sementara, Kepala BNPB, Suharyanto, yang juga hadir di rapat monitoring menambahkan, BNPB telah menyiagakan 10 armada helikopter patroli dan 14 helikopter water bombing disebar di enam provinsi.
“Tak hanya satgas udara, BNPB juga mendukung satgas darat dengan memberikan dukungan berupa motor karhutla roda dua, motor pemadam roda tiga, pompa jinjing, APD karhutla, dan alat pelindung wajah khusus pemadaman senilai lebih dari Rp 4 miliar,” ungkap Suharyanto.
