IPOL.ID- Di balik keindahan Maluku Utara, waspadai potensi risiko bencana cukup tinggi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Maluku Utara.
Rapat diselenggarakan di Kota Ternate, pada Senin (30/6/2025) dihadiri Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, Sekda Provinsi Malut Samsuddin A Kadir serta para pejabat forkopimda se-provinsi Maluku Utara.
Gubernur Malut melaporkan pemutakhiran bencana banjir melanda wilayah Maluku Utara. Pada periode semester pertama tahun 2025 tercatat sebanyak 76 kali kejadian bencana hidrometeorologi basah tersebar di 48 kecamatan.
Peristiwa bencana di Maluku Utara didominasi kejadian banjir dan banjir bandang sebanyak 32 kejadian, angin puting beliung 5 kejadian, cuaca ekstrem 8 kejadian, banjir rob 1 kejadian, tanah longsor 11 kejadian, abrasi 3 kejadian, erupsi gunungapi 2 kejadian, dan bencana lainnya 14 kejadian.
