Dalam kesempatan rakor ini, kepala BNPB turut membahas terkait potensi risiko bencana disebabkan gunungapi. Dikarenakan terdapat lima gunungapi aktif termasuk dalam wilayah administratif Maluku Utara yaitu Gunung Gamalama di Kota Ternate, Gunung Ibu dan Gunung Gamkonora di Halmahera Barat, Gunung Dukono di Halmahera Utara, dan Gunung Kie Besi di Halmahera Selatan.
Saat ini tiga gunungapi ini berada di tingkat aktivitas II, status waspada adalah Gunungapi Ibu, Gamalama, dan Dukono. Sedangkan Gunung Gamkonora dan Kie Besi berada di Level I, status normal.
“Saat ini Gunung Ibu fluktuatif sejak erupsi tahun lalu, kepada Bupati dan Kalaksa saya ingatkan jangan remehkan tingkat aktivitas gunungapi. Kapan mereka akan erupsi kita tak bisa mengetahui pasti. Jika ada peringatan kenaikan tingkat aktivitas gunung kita harus siap siaga. Jangan menunggu ada korban baru bertindak!” tegas kepala BNPB.
Usai rapat koordinasi, Kepala BNPB Suharyanto diwakili oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansyah bertolak ke Pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) guna melakukan peninjauan lapangan.

