Wilayah paling banyak mengalami kejadian bencana adalah Kabupaten Halmahera Selatan dengan total 19 kejadian bencana.
Gubernur Malut, Sherly mengungkapkan, permasalahan banjir di Maluku Utara sebagian besar disebabkan sistem drainase tidak mendukung serta adanya pendangkalan sungai.
Dia berharap perbaikan secara sistemik terhadap permasalahan biang banjir di wilayah dipimpinnya dapat mulai dilaksanakan tahun depan. Dia juga meminta dukungan BNPB untuk perbaikan infrastruktur terdampak banjir di wilayahnya.
Kedatangan kepala BNPB ke Maluku Utara merupakan respon dari kejadian banjir besar yang melanda sebagian wilayah di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan pada Sabtu (22/6/2025).
Banjir merendam puluhan permukiman warga ini mengakibatkan sebanyak 3.301 Kepala Keluarga (KK) atau 14.071 jiwa terdampak. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 1.313 orang lainnya mengungsi.
“Bantuan untuk Maluku Utara silakan dipakai. Bantuan ini sifatnya kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Tolong pada masa tanggap darurat hanya satu minggu ini, yakinkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak mengungsi terpenuhi. Makan, minum, air bersih, dan pakaian bersih tolong dicek satu-satu berjenjang,” tukas kepala BNPB.

