IPOL.ID- Masyarakat sempat digemparkan oleh pernyataan dari pihak Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengenai ketersediaannya menjadi penjamin penangguhan penahanan bagi tersangka pelaku intoleransi terhadap pelajar-pelajar retreat di Sukabumi belum lama ini.
Dalam perkembangan terbaru Menteri HAM, Natalius Pigai, mengklarifikasi dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan penangguhan tersebut karena dinilai menciderai keadilan. Kendati demikian, polemik itu ditanggapi keras oleh politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bun Joi Phiau, yang menyorot kurangnya rasa kesensitifan.
“Dari semua pihak yang ada, seharusnya Kementerian HAM di atas semuanya memiliki kesensitifan dalam merespons dan mengatasi permasalahan seperti ini. Insiden kekerasan dalam bentuk pengusiran pelajar-pelajar ketika retreat di Sukabumi kemarin telah menyakiti perasaan kaum minoritas di seluruh Indonesia,” ujar pria yang kerap disapa Koh Abun itu.
Dikatannya, sangat disayangkan ketika ada wacana untuk memberikan penangguhan penahanan bagi para tersangka.
