Menurutnya, hal ini menjadi gambaran positif meningkatnya kesadaran orang tua dalam mendorong anak-anak mereka untuk memahami betapa penting tertib berlalu lintas sejak dini.
Kapolres Indramayu itu menyebutkan, pihaknya baru mampu menampung 30 hingga 60 anak setiap tahunnya.
Menanggapi hal itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyatakan siap membantu mencari solusi agar lebih banyak anak dapat bergabung dan mendapat pendidikan lalu lintas melalui program Pocil.
“Pendidikan Pocil sangat penting. Dari usia dini, anak-anak kita ajarkan pentingnya sadar dan tertib berlalu lintas. Ke depan, bila ini bisa dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah secara nasional, saya yakin budaya tertib lalu lintas di Indonesia akan terbentuk secara berkelanjutan,” kata Kakorlantas Irjen Agus.
Irjen Agus menegaskan bahwa kesadaran lalu lintas tumbuh sejak dini akan memberi dampak besar bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan.
“Kalau budaya tertib ini sudah masif, maka potensi kecelakaan lalu lintas juga akan dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.
