“Tidak mungkin semua beban diserahkan kepada pemerintah. Kita perlu duduk bersama, menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa dijalankan dalam waktu dekat,” katanya.
Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk aktif mengembangkan sistem pendidikan dan kesehatan yang menjawab persoalan nyata di bidang kesehatan, tak terbatas pada fakultas kedokteran saja.
“Permasalahan kesehatan itu kompleks. Butuh pendekatan lintas ilmu. Para peneliti di bidang lain harus ikut terlibat, agar kita bisa menghadirkan teknologi atau kebijakan yang benar-benar membantu sistem kesehatan kita,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya reformasi layanan kesehatan, Kemendiktisaintek juga tengah merumuskan peningkatan kapasitas pendidikan spesialis.
“Peluncuran Komite Bersama ini adalah langkah awal menuju sistem pendidikan dan kesehatan yang lebih inklusif, efektif, dan bermartabat,” tutup Prof. Brian. (ahmad)
